Achievement Syndrome (Motivasi Berprestasi)

Tujuan sesi/ materi ini:

  • Peserta memahami motif dan motivasi
  • Peserta memahami pandangan-pandangan tentang motivasi berprestasi, dan ciri-ciri high achiever
  • Peserta memahami profil motivasi dirinya, kiat-kiat meningkatkan motivasi berprestasi dan motivasi dalam konteks pendidikan dan pekerjaan
  • Peserta dapat mengukur tingkat motivasi yang dimilikinya.

Apa itu Motif ? Dan apa pula Motivasi ?

Pengertian motif sering dipakai sehari-hari, cerita-cerita misteri, organisasi, pendidikan, pekerjaan, dll. Motif adalah “proses berfikir dan berasa yang menyebabkan seseorang melakukan suatu tindakan tertentu”.

Sedangkan motivasi, menunjuk pada “keadaan internal dalam diri individu yang mengarahkan aktivitas dan perilakunya pada tujuan-tujuan dan sasaran tertentu”.

Contoh pandangan tentang motivasi :

Mc Clelland :

  • Motivasi berafiliasi (Need for Affiliation) Dorongan untuk menjalin persahabatan
  • Motivasi Kekuasaan (Need for Power) Dorongan untuk berkuasa
  • Motivasi Berprestasi (Need for Achievement atau N-Ach) Dorongan untuk berprestasi dan untuk menjadi yang terbaik.

Dan masih banyak lagi pandangan tentang Motivasi yang dikemukakan oleh banyak ahli.

Apa itu N-Ach dan bagaimana mengukurnya ?

N-Ach adalah kebutuhan yang memberikan motivasi bagi seseorang untuk melakukan hal-hal terbaik, dalam berbagai bidang kehidupan. Untuk dapat membuat dirinya menjadi “berharga”.

Pengukurannya antara lain menggunakan instrumen Skala Keyakinan Motivasi (SKM), Achievement Test dan Inventarisasi Reaksi Sosial (IRS), atau bisa juga dengan Sixteen Personal Factors (16 PF).

Dalam blog ini penulis juga menampilkan sedikit contoh alat ukur motivasi yang dibuat dengan mengecu pada teori Simbah Alm. Abraham Haroldson Maslow.

Bagaimana Ciri-ciri seorang High Achiever ?

  1. Menyukai tantangan dan tanggung jawab dalam pekerjaan
  2. Menginginkan feed back yang sifatnya langsung dan kongkrit. Misal: pujian, dorongan, saran, evaluasi dan kritik
  3. Lebih menyukai pekerjaan personal dari pada group/ kelompok
  4. Suka mengambil resiko, yang sedang (Moderate)
  5. Bersifat perfeksionis, sesempurna mungkin
  6. Senantiasa menentukan target dan sasaran dalam aktivitas
  7. Terbuka terhadap iklim persaingan dan konflik. Sering kali bahkan mencarinya
  8. Tidak suka lama-lama berada dalam pembicaraan, situasi atau aktivitas yang tidak jelas arah dan tujuannya.
  9. Memiliki Locus of Control Internal (LOCI), Pengendalian diri dari dalam (motivasi dari dalam dirinya untuk mengendalikan diri)

Source : Link

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × 5 =