<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Training &#8211; Andreas Susetya</title>
	<atom:link href="https://www.andreassusetya.com/category/training/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.andreassusetya.com</link>
	<description>Coaching.Training.Motivation.Consulting</description>
	<lastBuildDate>Sat, 03 Feb 2018 08:35:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	
	<item>
		<title>5 Alasan Utama Pentingnya Memberikan Motivasi Kerja pada Karyawan</title>
		<link>https://www.andreassusetya.com/2017/02/03/5-alasan-utama-pentingnya-memberikan-motivasi-kerja-pada-karyawan/</link>
					<comments>https://www.andreassusetya.com/2017/02/03/5-alasan-utama-pentingnya-memberikan-motivasi-kerja-pada-karyawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[andreassusetya]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Feb 2017 08:22:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Motivation]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Susetya]]></category>
		<category><![CDATA[Counseling]]></category>
		<category><![CDATA[Hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Yogya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.andreassusetya.com/?p=734</guid>

					<description><![CDATA[Mengembangkan bisnis tidak harus selalu dilakukan melalui perubahan strategi. Sebaiknya mulailah dari pembenahan kondisi internal perusahaan. Sudahkah karyawan Anda mengerahkan usaha maksimal selama bekerja? Jika jawabannya adalah belum, mungkin sebetulnya yang mereka butuhkan adalah motivasi kerja. Ya, tak perlu hal-hal muluk untuk meningkatkan performa para karyawan. Hal sesimpel motivasi dalam bekerja sudah dapat membantu Anda untuk... <p class="more"><a class="more-link" href="https://www.andreassusetya.com/2017/02/03/5-alasan-utama-pentingnya-memberikan-motivasi-kerja-pada-karyawan/">Read More</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mengembangkan bisnis tidak harus selalu dilakukan melalui perubahan strategi. Sebaiknya mulailah dari pembenahan kondisi internal perusahaan. Sudahkah karyawan Anda mengerahkan usaha maksimal selama bekerja? Jika jawabannya adalah belum, mungkin sebetulnya yang mereka butuhkan adalah motivasi kerja.</p>
<p>Ya, tak perlu hal-hal muluk untuk <strong>meningkatkan performa para karyawan</strong>. Hal sesimpel motivasi dalam bekerja sudah dapat membantu Anda untuk mengembangkan bisnis. Masih tidak percaya? Simak penjelasan lebih lanjut tentang :</p>
<h2 style="text-align: center;">Alasan utama pentingnya memberikan motivasi kerja karyawan di perusahaan Anda</h2>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-735 aligncenter" src="http://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2018/02/Bina-San-Prima.jpg" alt="" width="448" height="252" srcset="https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2018/02/Bina-San-Prima.jpg 448w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2018/02/Bina-San-Prima-150x84.jpg 150w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2018/02/Bina-San-Prima-400x225.jpg 400w" sizes="(max-width: 448px) 100vw, 448px" /></p>
<h2></h2>
<p>&nbsp;</p>
<div style="-moz-border-radius: 10px; -webkit-border-radius: 10px; background-color: #a2c4c9; border-radius: 10px; border: 4px double #fff; padding: 10px; t-align: left;"><strong>Meningkatkan Retensi Karyawan</strong><br />
Saat memasuki dunia kerja, secara natural karyawan memiliki niat untuk bekerja secara maksimal dan memberikan hasil yang baik. Jadi dapat dikatakan bahwa pada dasarnya, sebetulnya mereka memiliki motivasi kerja yang cukup tinggi. Tugas Anda adalah mencegah agar tingkat motivasi tersebut tidak menurun atau bahkan hilang sama sekali. Cara meningkatkan motivasi kerja tersebut pun tidak terlalu susah. Selama perusahaan Anda memiliki arah yang jelas, respek yang baik terhadap sesama karyawan, dan memiliki resources yang dibutuhkan karyawan untuk bekerja, kemungkinan besar mereka akan bertahan di perusahaan Anda.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="-moz-border-radius: 10px; -webkit-border-radius: 10px; background-color: #a2c4c9; border-radius: 10px; border: 4px double #fff; padding: 10px; t-align: left;"><strong>Membantu Meringankan Tugas Anda</strong><br />
Keuntungan satu ini biasanya sangat dirasakan pada bisnis berskala kecil. Dengan jumlah karyawan yang tidak seberapa, karyawan yang termotivasi tidak akan segan untuk membantu tugas operasional sehari-hari Anda. Dengan begitu, Anda memiliki waktu lebih untuk memikirkan hal-hal lain yang lebih penting. Sebaliknya, karyawan yang memiliki motivasi bekerja rendah bisa menghalangi bisnis kecil Anda untuk berkembang karena mereka tidak mampu memberikan performa dengan kualitas yang Anda harapkan.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="-moz-border-radius: 10px; -webkit-border-radius: 10px; background-color: #a2c4c9; border-radius: 10px; border: 4px double #fff; padding: 10px; t-align: left;"><strong>Meningkatkan Nilai Produk</strong><br />
Adanya karyawan yang memiliki motivasi kerja di perusahaan dapat membantu Anda untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi. Motivasi dalam bekerja yang dirasakan karyawan akan membuat mereka merasa bahwa produk yang mereka kerjakan merupakan produk mereka sendiri. Hasilnya, mereka akan memastikan bahwa produk tersebut memiliki nilai spesial bagi pelanggan. Tanpa diminta, mereka bersedia menempuh langkah yang lebih jauh untuk membuat produk Anda menonjol dan unggul dari produk milik kompetitor.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="-moz-border-radius: 10px; -webkit-border-radius: 10px; background-color: #a2c4c9; border-radius: 10px; border: 4px double #fff; padding: 10px; t-align: left;"><strong>Karyawan Tidak Akan Cepat Puas terhadap Diri Sendiri</strong><br />
Motivasi diri dalam bekerja dapat menciptakan lingkungan kerja yang positif dan kondusif. Karyawan akan merasa passionate dengan apa yang mereka kerjakan berkat adanya motivasi kerja tersebut. Tanpa adanya ketertarikan terhadap pekerjaan sehari-hari, karyawan bisa merasa “lepas” dari target perusahaan secara keseluruhan sehingga mengurangi kualitas performanya. Bukannya memberikan kinerja terbaik, mereka hanya akan bekerja seadanya demi tidak dipecat. Karyawan pun menjadi cepat merasa puas dan tanpa sadar bekerja dengan menerapkan level di bawah kemampuan mereka, padahal sebenarnya mereka bisa melakukan lebih dari itu.</div>
<p>&nbsp;</p>
<div style="-moz-border-radius: 10px; -webkit-border-radius: 10px; background-color: #a2c4c9; border-radius: 10px; border: 4px double #fff; padding: 10px; t-align: left;"><strong>Mendorong Kreativitas, Komitmen, dan Energi Karyawan</strong><br />
Apapun bidang bisnisnya, kreativitas dan energi sangat dibutuhkan saat bekerja. Keduanyalah yang menjadi asupan wajib karyawan agar bisa terus menghasilkan inovasi yang lebih baik lagi. Nah, apabila karyawan tidak memiliki motivasi pekerjaan, mereka tidak akan mampu menawarkan ide-ide baru yang dapat membantu perusahaan untuk meningkatkan bisnis dan mendapatkan klien-klien baru. Tanpa sadar, mereka juga membawa energi yang kurang positif ke lingkungan perusahaan. Akibatnya, produktivitas pun bisa menurun dan perkembangan bisnis tidak berjalan sesuai target.</div>
<p><em><a href="https://sleekr.co/blog/pentingnya-motivasi-kerja-karyawan/">SOURCE LINK</a></em></p>
<blockquote>
<div style="background-color: #f3f3f3; border-radius: 10px; border: 4px solid #999999; padding: 10px; text-align: center;"><strong>INGIN MENGUNDANG BAPAK ANDREAS SUSETYA UNTUK INHOUSE TRAINING, SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI SINI :</strong></div>
</blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p><center><a href="https://api.whatsapp.com/send?phone=6281914614999&amp;text=Halo,%20Salam%20Pemenang%20Pak%20Andreas....."><img decoding="async" style="max-width: 100%;" src="https://lh3.googleusercontent.com/-N23V4qsFKs8/WMV9mGK5x5I/AAAAAAAAAPQ/BcC6qzLzJtcqKUWAX5TXX8KxuwDX5JXAgCLcB/h90/Button%2BChat%2Bvia%2BWhatsapp.png" /></a></center></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.andreassusetya.com/2017/02/03/5-alasan-utama-pentingnya-memberikan-motivasi-kerja-pada-karyawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Manfaat Training Bagi Karyawan</title>
		<link>https://www.andreassusetya.com/2013/05/07/manfaat-training-bagi-karyawan/</link>
					<comments>https://www.andreassusetya.com/2013/05/07/manfaat-training-bagi-karyawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[andreassusetya]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 18:52:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Susetya]]></category>
		<category><![CDATA[Counseling]]></category>
		<category><![CDATA[Hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[Yogya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://themes.pixelwars.org/bookcard-wp/?p=157</guid>

					<description><![CDATA[Manajemen yang buruk memiliki dampak spiral terhadap perusahaan dan bisnis secara keseluruhan. Jika karyawan  merasa tidak bisa berkomunikasi secara efektif dengan manajemen, akan banyak masalah dan isu-isu yang tidak akan terselesaikan. Seorang pemimpin besar seharusnya terbuka untuk mendengarkan karyawan dan secara aktif mencoba untuk menemukan solusi. Seorang pemimpin besar adalah seseorang yang tidak melihat diri mereka... <p class="more"><a class="more-link" href="https://www.andreassusetya.com/2013/05/07/manfaat-training-bagi-karyawan/">Read More</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Manajemen yang buruk memiliki dampak spiral terhadap perusahaan dan bisnis secara keseluruhan. Jika karyawan  merasa tidak bisa berkomunikasi secara efektif dengan manajemen, akan banyak masalah dan isu-isu yang tidak akan terselesaikan.</p>
<p>Seorang pemimpin besar seharusnya terbuka untuk mendengarkan karyawan dan secara aktif mencoba untuk menemukan solusi.</p>
<p>Seorang pemimpin besar adalah seseorang yang tidak melihat diri mereka sebagai peringkat lebih tinggi dari rekan-rekan mereka, tetapi lebih diartikan sebagai perpanjangan dari mereka.</p>
<p>Seorang pemimpin yang buruk tidak bisa memimpin para pekerja untuk sukses atau merasa hebat dari apa yang mereka kerjakan. Seorang pemimpin harus menjadi teladan dan menawarkan solusi dengan bersikap mudah berhubungan dan memiliki kemampuan pemecahan masalah praktis.</p>
<p>Seorang pemimpin besar juga akan mengenali kebutuhan kelompok dengan menerapkan program pengembangan dan pelatihan karyawan.</p>
<p><strong>Manfaat dari pelatihan dan pengembangan karyawan</strong></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-651 alignright" src="http://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/05/14-2.jpg" alt="" width="264" height="176" srcset="https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/05/14-2.jpg 640w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/05/14-2-150x100.jpg 150w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/05/14-2-400x267.jpg 400w" sizes="(max-width: 264px) 100vw, 264px" />Terkadang seorang pemimpin memerlukan seorang ahli untuk memastikan pertumbuhan optimal dan perkembangan perusahaan mereka. Ini harus dipertimbangkan oleh semua bisnis tidak peduli ukuran bisnis mereka.</p>
<p>Keberhasilan seorang pemimpin diukur oleh keberhasilan karyawan mereka, bukan?, seperti kata pepatah: ” “You are only as strong as your weakest link”. Mari kita cermati beberapa manfaat dari pengembangan karyawan dan pelatihan:</p>
<p><strong>Menemukan Potensi Karyawan</strong></p>
<p>Dalam banyak kasus, di beberapa perusahaan banyak pemimpin yang bersembunyi di belakang tenaga kerja mereka. Beberapa karyawan mungkin mendambakan peran pemimpin di dalam bisnis.</p>
<p>Namun, karena tidak ada pengembangan kepemimpinan program yang dilakukan, mereka tidak mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka atau mengembangkan keterampilan mereka yang tersembunyi.</p>
<p>Membiarkan karyawan Anda untuk mengikuti program ini mungkin bisa membantu Anda mengenali pemimpin masa depan dalam tenaga kerja Anda saat ini.</p>
<p>Beberapa individu hanya memerlukan seseorang untuk mempercayai mereka untuk mengembangkan keterampilan, dan karyawan Anda akan menunjukkan kepada mereka bahwa Anda melakukan investasi dalam keyakinan ini.</p>
<p><strong>Keluar dengan praktek lama</strong></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-650 alignleft" src="http://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/05/Hipnoterapi-Training-Andreas-Susetya-Pengembangan-Diri-Counseling-Jogja-Yogya-Indonesia-Motivator33.jpg" alt="" width="240" height="180" srcset="https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/05/Hipnoterapi-Training-Andreas-Susetya-Pengembangan-Diri-Counseling-Jogja-Yogya-Indonesia-Motivator33.jpg 640w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/05/Hipnoterapi-Training-Andreas-Susetya-Pengembangan-Diri-Counseling-Jogja-Yogya-Indonesia-Motivator33-150x113.jpg 150w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/05/Hipnoterapi-Training-Andreas-Susetya-Pengembangan-Diri-Counseling-Jogja-Yogya-Indonesia-Motivator33-400x300.jpg 400w" sizes="(max-width: 240px) 100vw, 240px" />Melatih para karyawan Anda akan memberikan mereka kesempatan untuk memahami perkembangan terbaru dan tren dalam industri Anda. Apakah itu mesin baru atau alat media sosial baru, dunia terus berkembang. Jika Anda membantu karyawan Anda mengejar ketertinggalan mereka dengan perubahan ini, Anda pasti akan mengarahkan diri terlepas dari persaingan Anda.</p>
<p>Belajar untuk menggunakan alat-alat baru dan mengembangkan strategi baru akan memungkinkan karyawan Anda mengambil pekerjaan yang lebih menantang dan peran yang lebih tinggi di dalam bisnis.</p>
<p><strong>Belajar seumur hidup</strong></p>
<p>Dengan mengembangkan keterampilan tenaga kerja Anda melalui program kepemimpinan, dalam diri mereka akan berkembang biak semangat belajar seumur hidup. Dalam dunia teknologi yang terus berubah dan selalu ada sesuatu yang harus dipelajari dalam bisnis.</p>
<p>Belajar seumur hidup akan mendorong belajar secara mandiri dalam setiap individu untuk mengembangkan diri mereka sendiri dengan berbagai mata pelajaran dan bidang, mereka akan mendirikan sebuah cinta untuk belajar dan pengembangan diri.</p>
<p><strong>Kurang Konfrontasi</strong></p>
<p>Dalam suasana pelatihan Anda dapat membahas permasalahan yang mungkin dimiliki karyawan Anda. Berikan masing-masing individu (tanpa melihat peran mereka dalam perusahaan) kesempatan untuk menyuarakan pendapat mereka.</p>
<p>Dengan cara ini, konfrontasi di tempat kerja akan menurun karena karyawan akan menyadari kenyataan bahwa mereka bisa berbagi permasalahan mereka di pelatihan berikutnya atau sesi perkembangan, dan bahkan periode di antara keduanya. Sesi ini juga akan memungkinkan para karyawan untuk bersantai dan mendiskusikan bagaimana cara menurunkan stres di tempat kerja.</p>
<p><strong>meningkatkan Produktivitas</strong></p>
<p>Pengembangan dan pelatihan karyawan akan menyebabkan peningkatan produktivitas. Karyawan Anda tidak hanya akan mampu berbuat lebih banyak dan lebih memahami, tetapi mereka akan memperoleh kepercayaan diri dalam pekerjaan mereka karena kemampuan mereka telah dikembangkan.</p>
<p><strong>Memahami Harapan</strong></p>
<p>Program pengembangan dan pelatihan karyawan akan memberikan Anda, pemilik, atau pengelola perusahaan beberapa pemahaman tentang harapan yang mungkin diinginkan karyawan Anda. Dengan cara ini, Anda bisa meminimalkan perasaan kecewa mereka, dan meningkatkan loyalitas mereka dengan cara mengelola harapan tersebut.</p>
<p><strong>Merevisi visi dan sasaran Anda</strong></p>
<p>Program pengembangan kepemimpinan dan kesempatan pelatihan ini juga merupakan tempat yang sempurna untuk mengingatkan karyawan Anda tentang tujuan jangka panjang yang ingin perusahaan Anda capai.</p>
<p>Ingatkanlah tenaga kerja Anda tentang apa tujuan Anda dan bagaimana Anda ingin mengarahkan hasil yang diinginkan. Juga termasuk bagaimana keberhasilan perusahaan akan menguntungkan setiap individu di dalam bisnis.</p>
<p>Secara keseluruhan, pengembangan karyawan dan program pelatihan memiliki multi manfaat bagi perusahaan Anda – pilihan tersebut layak dipertimbangkan jika Anda mencari untuk memastikan kelancaran dan kepuasan karyawan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.andreassusetya.com/2013/05/07/manfaat-training-bagi-karyawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apa itu Pengembangan Diri ?</title>
		<link>https://www.andreassusetya.com/2013/04/07/apa-itu-pengembangan-diri/</link>
					<comments>https://www.andreassusetya.com/2013/04/07/apa-itu-pengembangan-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[andreassusetya]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2013 18:51:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Susetya]]></category>
		<category><![CDATA[Counseling]]></category>
		<category><![CDATA[Hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[Yogya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://themes.pixelwars.org/bookcard-wp/?p=149</guid>

					<description><![CDATA[PENGEMBANGAN DIRI Pengembangan diri merupakan bentuk perwujudan dari aktualisasi diri, yaitu proses untuk mewujudkan dirinya yang terbaik sejalan dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Setiap individu mempunyai kekuatan yang bersumber dari dirinya, namun banyak orang yang merasa tidak mempunyai kemampuan apa-apa, merasa dirinya tidak berguna dan tidak mampu mencapai aktualisasi diri. Setiap orang harus mempunyai... <p class="more"><a class="more-link" href="https://www.andreassusetya.com/2013/04/07/apa-itu-pengembangan-diri/">Read More</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>PENGEMBANGAN DIRI</strong></p>
<p>Pengembangan diri merupakan bentuk perwujudan dari aktualisasi diri, yaitu proses untuk mewujudkan dirinya yang terbaik sejalan dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya. Setiap individu mempunyai kekuatan yang bersumber dari dirinya, namun banyak orang yang merasa tidak mempunyai kemampuan apa-apa, merasa dirinya tidak berguna dan tidak mampu mencapai aktualisasi diri. Setiap orang harus mempunyai 3 keyakinan dasar dalam pengembangan dirinya, yaitu :</p>
<ol>
<li>ia mau berubah,</li>
<li>ia harus berubah,</li>
<li>ia dapat berubah.</li>
</ol>
<p>Oleh karena itu pengembangan diri memerlukan kesadaran dan motivasi untuk berubah.<strong><em> </em></strong><strong><em>(CHANGE)</em></strong></p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="size-full wp-image-655 aligncenter" src="http://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/04/3.jpg" alt="" width="640" height="360" srcset="https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/04/3.jpg 640w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/04/3-150x84.jpg 150w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/04/3-400x225.jpg 400w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" />Berkaitan dengan pengembangan diri, kita perlu melakukan pengenalan diri sehingga dapat diperoleh informasi yang lebih akurat dan lengkap tentang kelebihan, kekurangan, kebutuhan, dan keunikan dirinya. Selanjutnya perlu dipikirkan  beberapa hal berikut :</p>
<ol>
<li>Dengan cara bagaimana akan memanfaatkan kekuatan kelebihan ?</li>
<li>Dengan cara bagaimana kekurangan dapat diatasi ?</li>
<li>Peluang apa saja yang dapat digunakan untuk memanfaatkan kelebihan dan mengatasi kekurangan ?</li>
<li>Hambatan apa yang akan dijumpai dalam memanfaatkan kelebihan dan mengatasi kekurangan?</li>
</ol>
<p>Berkaitan dengan kelebihan dan kekurangan maka yang perlu diperhatikan :</p>
<ol>
<li>Fokuskan pada kelebihan bukan pada kekurangan.</li>
<li>Sikap terhadap kekurangan :
<ol>
<li>Fokuskan pada kekurangan yang menimbulkan dampak negatif besar dan memang mungkin untuk dirubah.</li>
<li>Janganlah merisaukan kekurangan yang memang tidak dapat diubah, imbangilah dengan melihat dan mengembangkan kelebihan anda.</li>
<li>Jangan terlalu merisaukan kekurangan kecil yang tidak berdampak dalam kehidupan anda.</li>
</ol>
</li>
</ol>
<p><strong>PENETAPAN TUJUAN</strong></p>
<p>Berkaitan dengan perumusan tujuan tertentu, perlu diperhatikan beberapa karakteristik yaitu:</p>
<ol>
<li>Bermakna pribadi, sebaiknya mempunyai arti bagi diri seseorang. Tidak untuk menyenangkan orang lain.</li>
<li>Realistik, Sesuai dengan kemampuan yang dimiliki dan ada kemungkinan untuk mencapainya.</li>
<li>Jelas dan rinci, tujuan yang luas dan abstrak tidak akan mengarahkan orang pada tujuan yang akan dicapai.</li>
<li>Menantang, memerlukan usaha untuk mencapainya.</li>
<li>Beresiko sedang, kemungkinan tercapainya lebih besar daripada kemungkinan gagalnya.</li>
<li>Dapat diukur, ada kriteria ukuran keberhasilannya.</li>
<li>Mempunyai batasan waktu.</li>
</ol>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-656 alignright" src="http://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/04/Hipnoterapi-Training-Andreas-Susetya-Pengembangan-Diri-Counseling-Jogja-Yogya-Indonesia-Motivator26.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/04/Hipnoterapi-Training-Andreas-Susetya-Pengembangan-Diri-Counseling-Jogja-Yogya-Indonesia-Motivator26.jpg 640w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/04/Hipnoterapi-Training-Andreas-Susetya-Pengembangan-Diri-Counseling-Jogja-Yogya-Indonesia-Motivator26-150x113.jpg 150w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/04/Hipnoterapi-Training-Andreas-Susetya-Pengembangan-Diri-Counseling-Jogja-Yogya-Indonesia-Motivator26-400x300.jpg 400w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p><strong>MANAGEMENT DIRI</strong></p>
<p>Anda sudah mengenal diri, dan anda sudah menetapkan tujuan ?. Akankah tujuan tersebut tercapai kalau anda senantiasa tidak mempunyai waktu untuk mencapainya, jika anda senantiasa mengalahkan tujuan tersebut untuk mengerjakan aktivitas lain ?.</p>
<p>Prinsip dalam management waktu adalah :</p>
<p><strong>“ <em>Dahulukan yang utama dan anda harus berani memutuskan mana-mana saja yang utama”.</em></strong></p>
<p><strong>MATRIKS MANAGEMENT WAKTU</strong></p>
<table border="1" cellspacing="0" cellpadding="0">
<tbody>
<tr>
<td valign="top" width="293">I. AktivitasKrisis, masalah yang mendesak</td>
<td valign="top" width="293">II. AktivitasPencegahan, pengembangan, perencanaan, pengembangan hubungan, pengenalan peluang baru, rekreasi.</td>
</tr>
<tr>
<td valign="top" width="293">III. AktivitasBeberapa telepon, beberapa pertemuan, urusan yang mendesak, aktivitas populer.</td>
<td valign="top" width="293">IV. AktivitasHal-hal sepele, kerja sibuk, pemborosan waktu, aktivitas menyenangkan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>Semua aktivitas yang kita lakukan pasti termasuk dalam salah satu dari 4 kuadran tersebut. Untuk mengelola aktivitas diperlukan:</p>
<p>1. Penjadwalan kembali aktivitas anda. Langkah-langkahnya:</p>
<ul>
<li>Telitilah penggunaan waktu anda selama ini.</li>
<li>Temukan dan kurangi (hilangkan) aktivitas-aktivitas yang berlebihan yang merupakan kuadran III dan IV. Waktu yang digunakan dikurangi atau aktivitas tersebut dihilangkan.</li>
<li>Aturlah tujuan-tujuan pengembangan diri berdasarkan waktu yang ada dengan prinsip prioritas.</li>
<li>Lakukan organisasi mingguan terhadap aktivitas anda.</li>
</ul>
<p>2. Pendelegasian</p>
<p>Ketika suatu urusan tidak dapat dikerjakan maka bukan beratri kita tinggalkan begitu saja. Cara yang dapat dilakukan adalah dengan mendelegasikan kepengurusan. Pendelegasian ini berfokus pada hasil yang diharapkan bukan pada metode dan memerlukan pengertian timbal balik yang jelas dan terbuka dan komitmen sehubungan dengan harapan dalam 5 area yaitu:</p>
<p>1) Hasil yang diinginkan<br />
2) Patokan<br />
3) Sumber Daya yang dapat digunakan<br />
4) Akuntabilitas (proses evaluasi)<br />
5) <strong><em>Konsekuensi </em></strong>bukan <strong>Akibat</strong></p>
<p align="center"><strong><em>“Langkah-langkah besar didahului dengan belajar langkah-langkah kecil”</em></strong></p>
<p align="center"><em>Benda diam cenderung tetap diam,</em></p>
<p align="center"><em>benda<strong> bergerak </strong>cenderung<strong> tetap bergerak </strong>dan <strong>semakin cepat</strong></em></p>
<p align="center"><strong>RENCANA PENGEMBANGAN DIRI</strong></p>
<p align="center">
<p align="center">SOURCE : <a href="https://sites.google.com/site/espatkonseling/training/pengembangan-diri">Link</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.andreassusetya.com/2013/04/07/apa-itu-pengembangan-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Fase Pengembangan Diri</title>
		<link>https://www.andreassusetya.com/2013/03/07/fase-pengembangan-diri/</link>
					<comments>https://www.andreassusetya.com/2013/03/07/fase-pengembangan-diri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[andreassusetya]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Mar 2013 18:50:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Training]]></category>
		<category><![CDATA[Transformasi Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Andreas Susetya]]></category>
		<category><![CDATA[Counseling]]></category>
		<category><![CDATA[Hipnoterapi]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Jogja]]></category>
		<category><![CDATA[Motivator]]></category>
		<category><![CDATA[Yogya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://themes.pixelwars.org/bookcard-wp/?p=161</guid>

					<description><![CDATA[PENGEMBANGAN DIRI Fase pengembangan diri sesungguhnya merupakan tujuan yang diharapkan dari proses pengenalan diri. Pengembangan diri itu sendiri merupakan proses pertumbuhan yang terjadi secara terus-menerus, berkembang dan selalu berada dalam kemantapan hati demi suatu perbaikan, pengoptimalan potensi-potensi yang dimiliki dan usaha meminimalkan kekurangan-kekurangan yang ada. Pengembangan diri juga merupakan suatu usaha individu untuk memenuhi kebutuhan... <p class="more"><a class="more-link" href="https://www.andreassusetya.com/2013/03/07/fase-pengembangan-diri/">Read More</a></p>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>PENGEMBANGAN DIRI</strong></p>
<p>Fase pengembangan diri sesungguhnya merupakan tujuan yang diharapkan dari proses pengenalan diri. Pengembangan diri itu sendiri merupakan proses pertumbuhan yang terjadi secara terus-menerus, berkembang dan selalu berada dalam kemantapan hati demi suatu perbaikan, pengoptimalan potensi-potensi yang dimiliki dan usaha meminimalkan kekurangan-kekurangan yang ada.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-660 aligncenter" src="http://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/20150508_154608.jpg" alt="" width="372" height="209" srcset="https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/20150508_154608.jpg 448w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/20150508_154608-150x84.jpg 150w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/20150508_154608-400x225.jpg 400w" sizes="(max-width: 372px) 100vw, 372px" />Pengembangan diri juga merupakan suatu usaha individu untuk memenuhi kebutuhan aktualisasi diri. Kebutuhan aktualisasi diri itu sendiri merupakan kebutuhan puncak/ tertinggi (<em>meta needs</em>) diantara kebutuhan-kebutuhan manusia menurut versi Abraham Maslow. Kebutuhan-kebutuhan dibawahnya adalah fisiologis (dasar) (<em>physiological needs</em>), kebutuhan akan rasa aman (<em>safety needs</em>), kebutuhan akan kasih sayang (<em>love and belonging needs</em>), dan kebutuhan akan harga diri (<em>self esteem needs</em>).</p>
<p>Sedangkan versi Mc Clelland, pengembangan diri bisa dikategorikan pada usaha pemenuhan kebutuhan untuk berprestasi (dikenal dengan <em>n’Ach</em> – <em>need for achievement</em>). Prestasi disini adalah dalam pengertian luas, tidak sekedar dibatasi lingkup akademis (seperti nilai, Indeks Prestasi), namun juga termasuk prestasi-prestasi dalam bentuk lain yang memberikan kontribusi positif bagi individu yang bersangkutan maupun bagi masyarakat luas. Dengan kata lain, individu yang senantiasa melakukan pengembangan diri akan senantiasa dimotivasi oleh keinginannya untuk mencetak prestasi-prestasi baru. Dengan demikian individu tersebut juga senantiasa berada pada posisi pengaktualisasian-pengaktualisasian diri yang tidak sekedar<em> to be or not to be</em>, tetapi <em>becoming or unbecoming</em>. Melalui pemuasan kebutuhan aktualisasi diri, keberadaan manusia tidak pernah menjadi suatu kondisi yang tetap, tetapi menjadi sesuatu yang selalu berkembang.</p>
<p><img decoding="async" loading="lazy" class="wp-image-662 aligncenter" src="http://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/DSC07199.jpg" alt="" width="270" height="202" srcset="https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/DSC07199.jpg 448w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/DSC07199-150x113.jpg 150w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/DSC07199-400x300.jpg 400w" sizes="(max-width: 270px) 100vw, 270px" /></p>
<p>Sementara itu, terdapat 15 ciri-ciri individu yang dikatakan sebagai pengaktualisasi diri, yaitu :</p>
<ol>
<li>Mengamati realitas (kejadian-kejadian &amp; pengalaman hidup) secara konsisten</li>
<li>Penerimaan umum terhadap kodrat, orang-orang lain dan diri sendiri</li>
<li>Spontanitas, kesederhanaan, wajar</li>
<li>Fokus pada masalah-masalah diluar diri mereka</li>
<li>Kebutuhan akan privasi (ruang untuk diri sendiri) dan independensi (kemandirian)</li>
<li>Berfungsi secara otonom</li>
<li>Apresiasi yang senantiasa segar (selalu intropeksi diri)</li>
<li>Pengalaman-pengalaman puncak</li>
<li>Minat sosial tinggi (selalu ingin berinteraksi dengan orang lain, menolong,…)</li>
<li>Hubungan antar pribadi</li>
<li>Struktur watak demokratis</li>
<li>Perbedaan antara sarana dan tujuan, antara baik dan buruk</li>
<li>Perasaan humor yang tidak menimbulkan permusuhan</li>
<li>Kreativitas</li>
<li>Resistensi (tahan) terhadap inkulturasi (peleburan atau penyesuaian antara 2 atau lebih budaya/ adat yang berbeda).</li>
</ol>
<p>Hal-hal lain yang terkait dalam masalah pengembangan diri adalah tentang kecerdasan emosi. Konsep lama yang mengatakan bahwa IQ (<em>Intelligent Quotient</em>) adalah faktor yang memegang peranan utama dalam menentukan keberhasilan ternyata runtuh, saat ditemukan bahwa orang-orang yang sukses ternyata tidak ber-IQ tinggi, namun mereka adalah orang-orang yang memiliki EQ (<em>Emotional Quotient</em>) tinggi. Secara singkat, Goleman mengatakan bahwa orang-orang yang memiliki <strong>kecerdasan emosi</strong> adalah orang yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut :</p>
<ol>
<li><strong>Mengenal emosi diri                       4. Mengenali emosi orang lain</strong></li>
<li><strong>Mampu mengelola emosi               5. Mampu membina hubungan</strong></li>
<li><strong>Mampu memotivasi diri sendiri</strong></li>
</ol>
<p>Keadaan motivasi berprestasi yang dimiliki individu dapat dilihat dari pendorong perilakunya, apakah ia digerakkan oleh motivasi intrinsik (<em>internal locus of control</em>) atau oleh motivasi ekstrinsik (<em>external locus of control</em>). Individu dengan motivasi berprestasi tinggi senantiasa memiliki dorongan internal, artinya, <img decoding="async" loading="lazy" class=" wp-image-663 alignright" src="http://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/GALLERY14-2.jpg" alt="" width="215" height="161" srcset="https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/GALLERY14-2.jpg 448w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/GALLERY14-2-150x113.jpg 150w, https://www.andreassusetya.com/semarang/wp-content/uploads/2013/03/GALLERY14-2-400x300.jpg 400w" sizes="(max-width: 215px) 100vw, 215px" />pilihan-pilihan yang dilakukannya berdasarkan keinginan dan keyakinan dari dirinya sendiri bukan atas dorongan orang lain. Begitupun sebaliknya. Individu dengan motivasi berprestasi rendah yang hanya digerakkan oleh dorongan eksternal, baru bergerak jika ada orang lain yang menggerakkannya. Kompetisinya demi meraih suatu keberhasilan relatif rendah, tidak percaya diri, dan pesimis menghadapi masa depan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Source : <a href="https://sites.google.com/site/espatkonseling/training/pengembangan-diri">Link</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://www.andreassusetya.com/2013/03/07/fase-pengembangan-diri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>

<!--
Performance optimized by W3 Total Cache. Learn more: https://www.boldgrid.com/w3-total-cache/

Object Caching 61/68 objects using memcached
Page Caching using disk: enhanced 
Database Caching using redis

Served from: www.andreassusetya.com @ 2023-12-24 21:03:42 by W3 Total Cache
-->